Minggu, 03 April 2016

IDENTIFIKASI PROBLEM DAN PENYUSUNAN PROGRAM DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


A.    Perencanaan sistem informasi
Perencanaan sistem informasi yang diterjemahkan dari information system planning (ISP) untuk menceritakan bagaimana menerpkan pengetahuan tentang sistem informasi ke dalam organisasi. Memang benar, untuk dapat maju dan bersaing, organiasi harus berkembang sesuai dengan teknologi dan teri organisas iyang modern. Akan tetapi, in tidak mengartikan bahwa sistem informasi dan teknologi informasi yang ada adalah kaku adanya. Sistem informasi dapat dibentuk sesuai kebutuhan organisasi masing-masing. Oleh karena itu, untuk dapat menerapkan sistem yang efektif dan efisien, diperlukan perencanaan, pelaksanaan, pengaturan, dan evaluasi sesai denga keinginan dan nilai masing-masing organisasi.
Untuk memahami bagaimana merencanakan sistem informasi yang tepat dan sesuai dengan organisasi masing-masing, berikut ini akan dibahas bagaimana informasi itu mengalir dari satu tempat ke tempat yang lain, bagaimana merencanakan sistem informasi secara keseluruhan, serta bagaimana merencanakan sistme informasi secara per bagian. Perlu diingat, perubahan sistemm, bai besar maupun kecil, selalu akan melalui tingkatan-tingkatan sebagai berikut:
Tingkat I
ide, mengetahui perlu adanya perubahan.
Tingkat II
desain, merancang cara pemecahannya.
Tingkat III
pelaksanaan, menerpakan desain ke dalam sistem.
Tingkat IV
kontrol, memeriksa tingkat pelaksanaan dijalankan sesuai denga desain.
Tingkat V
evaluasi, memeriksa perbahan yang terjadi seesuai dengan tujuan semula.
Tingkat VI
tindak lanjut, melaksanakan perubahan sesuai dengan hasil evaluasi yang ada.
          Oleh karena itu, bahan perencanaan sistem informasi yang akan dibahas berkisar pada keempat tingkatan ini, yaitu:
IDE > DESAIN > PELAKSANAAN > EVALUASI
            Keempat tingkatan ini juga telah menjadi kunci yang digukanakan untuk memecahkan bagian masalah baik itu secara menyeluruh maupun per bagian. Sebagai contoh, di dalam perubahan sistem yan membutuhkan empat itngkatan IDPE (ide, desain, pelaksanaan, evaluasi)  dibutuhkan pula epat tingkatan IDPE lainnya yang mempunyai arti yang lebih kecil. Oran yang mengadapts itau melaksanakan teori yang ada, biasanya tidak mendapat salah konsep karena malah dan ruang lingkp yang dihadapi sudah terpampang jelas di hadapannya. Sebaliknya, oran yang hanya ingin tahu dan sekedar belajar akan sedikit kesulitan karena teori yang mucul dari banyak orang itu mengkhususkan pandangannya pada salah satu sudut, walaupun menjelaskan teori degan cara IDPE-nya masing-masing.[1]

B.     penyusunan program (SDM, dana, hardware, software, dan brainware.
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM/HRIS) merupakan sebuah bentuk interseksi/pertemuan antara bidang ilmu manajemen sumber daya manusia (MSDM) dan teknologi informasi. sistem ini menggabungkan MSDM sebagai suatu disiplin yang utamanya mengaplikasikan bidang teknologi informasi ke dalam aktivitas-aktivitas MSDM seperti dalam hal perencanaan, dan menyusun sistem pemrosesan data dalam serangkaian langkah-langkah yang terstandarisasi dan terangkum dalam aplikasi perencanaan sumber daya perusahaan/enterprise resource planning (ERP).
Secara keseluruhan sistem ERP bertujuan mengintegrasikan informasi yang diperoleh dari aplikasi-aplikasi yang berbeda ke dalam satu sistem basisdata yang bersifat universal. Keterkaitan dari modul kalkulasi finansial dan modul MSDM melalui satu basisdata yang sama merupakan hal yang sangat penting yang membedakannya dengan bentuk aplikasi lain yang pernah dibuat sebelumnya, menjadikan aplikasi ini lebih fleksibel namun juga lebih kaku dengan aturan-aturannya.
Hardware yang dalam Bahasa Indonesianya "Perangkat Keras" adalah salah satu komponen dari sebuah komputer yang sifat alat nya bisa dilihat dan diraba secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi. contohnya Harddisk, VGA, RAM, Processor dll.
Perangkat Hardware terdiri atas 3 jenis, yaitu:
a.       Perangkat masukan (Input device) Perangkat masukan berfungsi untuk memasukkan data, baik berupa teks, foto, maupun gambar ke dalam komputer. Contoh perangkat input misalnya keyboard, mouse, light-pen, scanner, dan sebagainya.
b.      Perangkat keluaran (Output device) perangkat keluaran dipergunakan untuk menampung dan menghasilkan data yang dikeluarkan, misalnya monitor dan printer.
c.       Perangkat pengolah data (Processor) Perangkat pengolah data dipergunakan untuk mengolah data. Pengolah data meliputi unit pengolah pusat (CPU/Central Processing Unit) dan juga mikroprosesor.

Sedangkan software adalah nama lain dari Perangkat Lunak yang artinya sebuah kode program yang disusun sedemikian rupa secara sistematis untuk mencapai suatu tujuan atau penjelasan secara singkat software adalah yang sifatnya ditidak dapat diiraba hanya dapat berinteraki antar user dan program komputer.
Adapun arti brainware adalah setiap orang yang terlibat dalam kegiatan pemanfaatan komputer atau sistem pengolahan data. Brainware juga dapat diartikan sebagai perangkat intelektual yang mengoperasikan dan mengeksplorasi kemampuan dari hardware komputer maupun software komputer. Tanpa adanya brainware ini mustahil hardware dan software yang canggih sekalipun dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Berikut ini merupakan hubungan Hardware, Software dan Brainware dalam kasus Shuttle Express;
1.      Sejarah Shuttle Express
Shuttle Express didirikan pada tahun 1979, bermula dari keinginan manajemen San Juan Airlines untuk menyediakan jasa transpotasi darat yang mengedepankan Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan (Safety, Service and Reliability). San Juan Airlines adalah perusahaan penerbangan komuter tertua yang dikenal sebagai perusahaan penerbangan yang paling handal dan aman. Berbekal reputasi dari San Juan Airlines dan hasil studi mengenai transportasi darat di AS saat itu, maka Shuttle Express didirikan dengan mengadopsi budaya keselamatan (safety) serta profesional dari San Juan Air. Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan (safety, service and reliability ) merupakan moto Shuttle Express yang menjadi dasar dalam pelaksanaan operasi bisnisnya. Moto ini membawa pengaruh terhadap pilihan strategi bisnis dari Shuttle Express dari tahun ke tahun.
Di sisi keselamatan Shuttle Express menekankan pada kelengkapan peralatan keselamatan dari armadanya, dan para pengemudinya selalu diwajibkan untuk mengemudi dengan aman dan selamat (defensive driving). Shuttle Express sangat memperhatikan pelayanan kepada pelanggan. Untuk memenangkan persaingan dengan perusahaan sejenis, Shuttle Express selalu memperhatikan hal-hal yang mendasar dan sederhana seperti mobil selalu dalam keadaan bersih, pegawai berseragam lengkap, membuka pintu, membawakan bagasi penumpang dan detail perhatian-perhatian lainnya dari pengemudi dan staff perusahaan kepada pelanggannya. Kehandalan dicapai dengan memperhatikan ketepatan waktu, skedul pengemudi, jadwal perjalanan dan ketepatan dalam memenuhi permintaan pelanggan. Untuk mendeliver tujuan-tujuan diatas, Shuttle Express terus memperbaiki proses dan sistem bisnisnya.
Pertumbuhan perusahaan dari sisi jumlah armada, pegawai, dan pelanggan dikombinasikan dengan perubahan-perubahan lingkungan eksternal mengakibatkan proses dan sistem bisnis yang tadinya sangat mendukung, sejalan dengan pertumbuhan berubah menjadi kendala bagi perusahaan untuk berkembang. Manajemen Shuttle Express menyadari hal ini, Salah satu enabler yang mereka gunakan untuk mengantisipasai perubahan-perubahan dan tetap mencapai tujuan-tujuan perusahaan adalah melalui penerapan teknologi informasi. Dengan penerapan teknologi yang tepat kemampuan Shuttle Express untuk menangkap peluang pasar dengan efektif dan menguntungkan semakin besar.
Tantangan yang dihadapi oleh Shuttle Express di tahun 1994 adalah bagaimana meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam proses penerimaan order, penjadwalan dan pengelolaan data base. Penerapan strategi TI pada masa itu disajikan dalam matrik sistem informasi di bawah ini. Dari tabel tersebut terlihat bahwa pemanfaatan teknologi informasi di tahun 1995 masih terbatas pada PC yang didukung oleh aplikasi pengolahan data base. Di tahun tersebut, infrastrktur TI seperti ini sudah mampu mengkomodasi kebutuhan perusahaan untuk tetap beroperasi secara effisien dan efektif.
2.      Matrik Sistem Informasi Shuttle Express di tahun 1995
Sejak sistem informasi tersebut dilaksanakan Shuttle Express telah berhasil menangani lebih dari 695.000 pesanan. 75 armada Shuttle Express membawa lebih dari 7.500 pelanggan setiap harinya dari dan menuju bandara. Rute perjalanan yang biasanya ditempuh dalam 8 jam kini dapat ditempuh dengan waktu yang jauh lebih singkat yaitu 3 jam. Jumlah karyawan pun lebih effisien, misalnya dispatcher yang semula berjumlah 3 dispatcher per shift, kini cukup 2 dispacther di pagi hari dan 1 dispacther di siang hari. Keuntungan lainnya dari penerapan sistem informasi tersebut diantaranya ketepatan waktu dan ketapatan dalam memenuhi permintaan pelanggan jauh meningkat, dibandingkan dengan masa-masa dimana perusahaan menerapkan papan magnet dan sistem reservasi manual. Pada tahun 2008, Shuttle Express telah berhasil meningkatkan jumlah pelanggan yang dapat dilayaninya menjadi 714.000.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemampuan Shuttle Express untuk tetap menetapkan harga yang wajar dari pelayanan armada shuttlenya. Hal ini menunjukkan bahwa Shuttle Express telah berhasil memilih teknologi yang tepat dan investasi yang ditanamkan mampu ditutupi dengan bertambahnya revenue karena kemampuan dari Shuttle Express untuk melayani penumpang yang semakin membesar. Fakta-fakta diatas tersebut menunjukkan bahwa penerapan teknologi sistem informasi yang tepat mampu mendukung pertumbuhan bisnis dan kemampuan bersaing dari Shuttle Express.
Penerapan teknologi informasi oleh Shuttle Express di tahun 1995 tidak terlepas dari bagaimana perusahaan mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi di dalam di luar lingkungan bisnisnya. Tujuan bisnis dari perusahaan berusaha dicapai dalam kerangka moto yang mereka miliki yaitu Safety, Service dan Reliability (Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan). Setiap upaya yang mereka lakukan guna mengantisipasi pertumbuhan dan perubahan, serta mencapai tujuan bisnis tidak pernah terlepas dari bagaimana upayaupaya tersebut mampu meningkatkan Keselamatan, Pelayanan dan Kehandalan dari sistem dan operasional perusahaan.
3.      SI dan Matrik SI Shuttle Express Tahun 2013
Di dalam dunia bisnis tidak ada yang kekal kecuali perubahan. Demikian halnya dengan bisnis dari Shuttle Express. Inovasi teknologi informasi dari Suttle Express terus berlanjut seiring perkembangan teknologi baru, tantangan dan peluang yang dihadapi dalam operasi bisnis sehari-hari. Setelah 19 tahun berlalu, kini Shuttle Express beroperasi dengan cara dan sistem yang jauh berbeda. Banyak teknologi yang sebelumnya tidak pernah diterapkan kini menjadi hal yang umum. Beberapa teknologi baru yang diadopsi Shuttle Express diantaranya:
a.       E-commerce dan Internet reservation
b.      ALERT system
c.       Data Back Up System
d.      HWeb Mobile Data Terminal
e.       GPS Fleet Tracking
4.      Matriks sistem informasi dari Shuttle Express di tahun 2012
Shuttle Express adalah perusahaan yang dinamis dan adaftif dalam mengadopsi teknologi baru untuk memecahkan permasalahan bisnis di dalam operasinya.
5.      Matrik Sistem Informasi Shuttle Express di tahun 2013
a.       E-commerce dan Internet Reservation
Saat ini tingkat kepemilikan komputer dan smartphone semakain merata. Pelanggan dimanjakan dengan kebebasan dan fleksibilitas untuk melakukan reservasi dan pembelian dimanapun mereka berada sejauh mereka terhubung dengan internet. Bagi perusahaan keberadaan internet telah menghilangkan kendala dan keterbatasan geografis dan waktu. Internet memungkinkan perusahaan untuk memperluas jangkauan pasarnya dengan biaya relatif murah.
Shuttle Express telah menerapkan sistem reservasi yang dibundle dengan pembayaran online menggunakan kredit card. Untuk menjamin keamanan jaringan akses pelanggan diproteksi dengan secure SSL connection. Dengan sistem reservasi ini, pelanggan dapat melakukan reservasi kapan saja dan dari mana saja di seluruh dunia dengan aman dan nyaman. Melalui akses internet pula, para pelanggan dapat melakukan pemesanan jasa dan produk berikut:
1.      Share Ride and exclusive van service
2.      Town Car-Limo service
3.      Cruise transfers
4.      Convention transfers
5.      Wine tasting - Special Event: Saint Nicks Open House Dec 1-2
6.      Seattle sightseeing tours and charters

b.      ALERT system
Sistem ALERT merupakan aplikasi yang digunakan oleh Shutle Express untuk mendukung proses reservasi, dispatching, penagihan dan pelaporan (reporting). Dengan adanya sistem ini Shuttle Express dapat beroperasi lebih cepat, akurat, handal dan nyaman bagi pelanggan dan karyawannya. Dalam alert sistem trdapat sistem reservasi dan sistem dispatching.
Sistem Reservasi di dalam ALERT memberikan informasi utama yang diperlukan untuk memproses pesanan pelanggan dengan cepat dan tepat. Data yang diinput selama proses reservasi akan disimpan di dalam data base.
Sistem Dispaching merupakan kelanjutan dari proses reservasi. Data reservasi akan digunakan oleh sistem dispacher untuk mengalokasikan dan mendistribusikan pemesanan kepada unit armada dan pengemudi. Sistem akan menghitung secara otomatis dengan algoritma transportasi untuk mendapatkan jadwal dan pembagian rute yang paling effisien. Dengan adanya sistem ini proses pembagian rute dan penjadwalan menjadi lebih cepat dan akurat. Kesalahan-kesalahan yang kerapkali timbul karena menggunakan manual proses dapat diminimalkan.
c.       Data Back Up System
Data Back Up system bertujuan untuk menyimpan data-data penting yang dibutuhkan oleh Shuttle Express. Back up data akan digunakan jika data utama yang digunakan disistem mengalami kerusahan (corupt). Kerusakan data dalam sistem yang sudah terkomputerisasi dapat melumpuhkan aktifitas bisnis dari perusahaan, dengan adanya back up system tersebut Shuttle Express memiliki Business Continuity Plan (BCP), sehingga pada situasi apapun pelayanan kepada pelanggan tidak akan terhenti.
d.      Web Mobile Data Terminal
Mobile Data Terminal (MDT) digunakan oleh pengemudi untuk menerima pesan, memonitor jadwal dan reservasi, melakukan transaksi pembayaran dan rekonsiliasinya serta berbagai aktifitas lain yang dilakukan oleh pengemudi. Penerapan dari MDT memerlukan sosialisai yang sangat terstruktur dan efektif, agar para pengemudi dapat memanfaatkan fungsi-fungsi yang tersedia dengan baik dan berdaya guna.
Beberapa fitur yang terdapat dalam MDT adalah:
1.   GPS Integration
2.   Reservation Detail Displa
3.   2-Way Messaging
4.   Quick Respond Capable
5.   Credit Card Capture
6.   Bar Code Scan Capable
7.   Driver Self-Reconciliation
8.   Thermal Printer

e.       GPS Fleet Tracking
Teknologi GPS pada awalnya adalah teknologi yang dimiliki oleh militer di Amerika Serikat. Kini teknologi ini tersedia dan dapat digunakan untuk kepentingan bisnis dan umum. Teknologi GPS sangat mendukung operasi banyak perusahaan logistik dan transportasi. Dengan adanya teknologi ini kantor pusat dapat memonitor posisi, arah dan keceptan kendaraaan secara real time. Teknologi GPS memanfaatkan kemampuan satelit untuk mendeteksi arah, kecepatan dan posisi dari kendaraan. Data yang diperoleh oleh satelit akan ditransmisikan melalui jaringan telpon atau jaringan komunikasi lainnya yang tersedia.
Manfaat teknologi GPS bagi Shuttle Express diantaranya adalah:
1.      Kantor pusat dapat memonitor keberadaan dan posisi dari armada yang dimilikinya, sehingga reservasi baru dapat dialoksikan dengan cepat dan tepat kepada armada yang terdekat.
2.      GPS dapat digunakan sebagai alat untuk memonitor dan mengevaluasi disiplin pengemudi dalam hal kepatuhan terhadap misalnya kecepatan maksimum berkendara. Hal ini sangat mendukung implementasi dari moto Shuttle Express terkait Safety (Keselamatan).
3.      GPS juga memungkinkan departemen pelayanan pelanggan untuk memberikan informasi yang akurat terkait keberadaan dan perkiraan kedatangan kendaraan kepada para pelanggannya.

Jika kita menggunakan klasifikasi sistem informasi yang dikemukan oleh O’Brien (2005), maka sistem informasi yang diaplikasikan oleh Shuttle Express pada tahun 2013 ini terdiri dari:
1.      Operations Support System
a.       Specilaized Processing system:
1)      Expert system: memberikan rekomendasi penjadwalan yang effisien
2)      Strategic information system: database perilaku konsumen
3)      Functional business system: database karyawan dan payroll
b.      Transaction Processing System: sistem reservasi dan billing
c.       Process Control System: GPS Fleet Tracking
d.      Enterprise Collaboration System: system reservasi, dispatcher dan MDT yang terintegrasi
2.      Management Support System
a.       Management informations system: Laporan-laporan operasional
b.      Decision Support System: Laporan keberadan dan availability dari kendaraan dan pengemudi secara real time
c.       Executive Informations system: Data-data pelanggan dan perilakunya diolah dan disimpan di dalam server, dan digunakan oleh top manajemen dalam membuat strategi pemasaran.
d.      Specialized Processing system: expert system yang memberikan rekomendasi rute tercepat berdasarkan teknologi GPS dan data historis yang diinput ke dalam data base sistem pakar.





[1] Tata sutabri,  Sistem Informasi Manajemen, (Yogyakarta: CV. ANDI, 2005), hal. 44-45